March 8th, 2009
Antara Aset dan Liabilitas
Setelah anda membaca kisah “THE PARABLE OF THE PIPELINE” dan atau “ILUSTRASI VIDEO“-nya, mungkin anda sudah punya gambaran apa itu sebuah ASET. Lawan dari ASET adalah LIABILITAS. Apa perbedaan utama antara keduanya? Berikut gamabaran antara keduanya.
Apa itu ASET? Menurut Robert T.Kiyosaki di bukunya The Cashflow Quadrant, segala hal yang bisa menghasilkan penghasilan bisa dikategorikan sebuah ASET dalam skala kecil. Misalnya, anda punya motor, dan motor itu bisa menghasilkan penghasilan, misalnya dengan anda sewakan ke orang, atau anda pakai sebagai ojek motor. Demikian juga bila anda punya rumah atau kost yang anda kontrakkan sehingga menghasilkan pemasukan.
Namun Kiyosaki juga mengatakan bahwa yang dikategorikan sebagai sebenar-benarnya ASET itu adalah sesuatu sistem yang bisa bekerja sendiri dengan tanpa anda berada didalamnya (menangani langsung) hingga menghasilkan pemasukan yang jauh lebih besar daripada pengeluaran untuk mengelola sistem itu.
Jikalau sesuatu hal itu bisa menghasilkan pemasukan, tetapi pada akhirnya pengeluaran untuk mengelolanya ternyata lebih besar daripada pemasukan tersebut, itu akhirnya hanya akan menjadi LIABILITAS. Misalnya anda punya motor yang anda pakai buat ngojek, meskipun itu menghasilkan panghasilan (uang), tetapi ternyata biaya maintenance atau service perbulannya lebih gede dari pemasukan ojek anda, itu artinya motor anda adalah LIABILITAS. Dan LIABILITAS itu jelas merugikan. Jadi singkatnya, Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan liabilitas mengeluarkan uang dari kantong Anda.
Dalam bukunya The Cashflow Quadrant, Kiyosaki mengatakan kebanyakan orang memilih membelanjakan uangnya untuk membeli LIABILITAS, seperti misalnya perhiasan, mobil, perabotan mewah. Hanya sebagian kecil saja yang mengalokasikan dana yang ia punyai untuk dijadikan aset, seperti deposito, beli saham, membangun bisnis, dsb. Perbedaan antara dua kelompok orang ini adalah cara pandang mereka terhadap uang. Orang yang mempunyai kecerdasan finansial akan lebih memilih mengalokasikan dana yang ia punyai untuk membeli/membangun aset.
Pada dasarnya, menurut Kiyosaki lagi, orang dibagi dalam 2 kelompok besar, dilihat darimana ia mendapatkan penghasilannya, seperti terlihat dari bagan dibawah ini:
Kelompok pertama di kuadran kiri (E dan S) adalah kelompok orang yang mengandalkan penghasilan dari ia bekerja. Jika ia tidak bekerja, ia tidak akan mendapatkan penghasilan. Contohnya adalah karyawan, buruh, pekerja, pegawai, profesional seperti arsitek, dokter, pengacara, dll.
Kelompok kedua orang di kuadran kanan (B dan I) adalah orang-orang yang membangun ASET melalui sistem, sehingga setelah sistem itu jadi, ia tidak perlu bekerja lagi untuk mendapatkan uang, karena sistem itu yang akan bekerja sendiri menghasilkan uang. Ia seperti mesin uang bagi sang owner. Kiyosaki mencontohkan owner perusahaan, bisnis owner dan investor adalah pengisi kelompok ini. 90% orang didunia ini memilih untuk berada di kuadran kiri. Sisanya adalah orang-orang di kuadran kanan. Dan kata Kiyosaki lagi, untuk memilih menjadi orang di kuadran kanan itu tidak mudah bagi anda yang terlalu mengandalkan gaji sebagai pekerja atau karyawan dan profesional. Disini diperlukan perubahan paradigma. Perubahan cara pandang anda terhadap uang.
Menurut saya pribadi, membangun ASET adalah membangun sistem otomatisasi kerja. Konsepnya adalah anda bangun dulu sistem otomatisasi, sebagaimana sistem saluran pipa di dalam cerita “THE PARABLE OF THE PIPELINE“. Anda memang perlu kerja keras yang akan memakan waktu anda, hingga pipa anda jadi nantinya. Butuh modal dana dan pengorbanan juga tentunya. Namun begitu pipa anda jadi, air penghasilan anda akan mengalir dengan sendirinya tanpa anda perlu menimba (bekerja) air untuk mendapatkannya.
Apa sajakah pekerjaan yang bisa menjadikan sebuah ASET? Di bukunya, Kiyosaki mengatakan ada 3 bisnis yang mendukung anda untuk membangun ASET. Yaitu membuat Perusahaan, membangun/membeli Franchise (Waralaba), atau ikut member Network Marketing (MLM). Di buku yang lain, karya Burke Hedges dan Steve Price berjudul “The Parable of the Pipeline” dibedah pula bahwa ada sebuah bisnis yang juga bisa mendukung anda untuk mempunyai “PIPA ASET”, tak lain adalah “Bisnis Online”. Dan bisnis ini diprediksikan oleh penulis buku ini akan mengalami “booming” pada dekade 2000an keatas… Dan hal ini telah dibuktikan dengan banyaknya jutawan atau milayrder di bisnis internet didunia, bahkan sekarang tak sedikit di Indonesia…
Lalu bagaimana cara mencari “ASET” di internet dan membangun “Bisnis Online” anda hingga menjadi saluran pipa bagi anda? Silahkan baca sendiri bukunya atau tunggu kelanjutan postingan ini…
No related posts.



April 18th, 2009 3:41 pm
[...] itu? Bagaimanakah sebaiknya arus keuangan itu mengalir dan bagaimana mengatur keseimbangan antara ASET dan LIABILITAS? Diagram-diagram dibawah ini mungkin bisa membantu [...]