March 18th, 2009

Blog sebagai ASET

Bisa dikatakan bahwa sebuah Blog atau Website akan menjadi ASET yang berharga bagi anda, jika anda tau cara mengelolanya (dan memonetize-nya). Ingat, definisi ASET adalah segala sesuatu yang bisa menjadikan pemasukan kepada kita tanpa kita bersinggungan secara langsung untuk mengelola atau mengurusnya. Bahkan sebuah ASET ketika kita tinggalkan malah akan memberikan pemasukan yang semakin besar. Dan blog mempunyai potensi untuk itu.

Apa itu blog?

Berikut definisi blog saya ambil dari tulisannya Mas Enda Nasution:

blog dan bloggingBlog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan ”catatan perjalanan” seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar ”cerdas” mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.

Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita ”mengintip” isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Karena itu Blog bersifat sangat personal.

(more…)

March 13th, 2009

Konsep Kebebasan Finansial

Bagaimana konsep kebebasan finansial itu? Bagaimanakah sebaiknya arus keuangan itu mengalir dan bagaimana mengatur keseimbangan antara ASET dan LIABILITAS? Diagram-diagram dibawah ini mungkin bisa membantu anda…

financial-freedom-1

(more…)

March 8th, 2009

Antara Aset dan Liabilitas

aset-dan-liabilitas-1 Setelah anda membaca kisah “THE PARABLE OF THE PIPELINE” dan atau “ILUSTRASI VIDEO“-nya, mungkin anda sudah punya gambaran apa itu sebuah ASET. Lawan dari ASET adalah LIABILITAS. Apa perbedaan utama antara keduanya? Berikut gamabaran antara keduanya.

Apa itu ASET? Menurut Robert T.Kiyosaki di bukunya The Cashflow Quadrant, segala hal yang bisa menghasilkan penghasilan bisa dikategorikan sebuah ASET dalam skala kecil. Misalnya, anda punya motor, dan motor itu bisa menghasilkan penghasilan, misalnya dengan anda sewakan ke orang, atau anda pakai sebagai ojek motor. Demikian juga bila anda punya rumah atau kost yang anda kontrakkan sehingga menghasilkan pemasukan.

Namun Kiyosaki juga mengatakan bahwa yang dikategorikan sebagai sebenar-benarnya ASET itu adalah sesuatu sistem yang bisa bekerja sendiri dengan tanpa anda berada didalamnya (menangani langsung) hingga menghasilkan pemasukan yang jauh lebih besar daripada pengeluaran untuk mengelola sistem itu.

Jikalau sesuatu hal itu bisa menghasilkan pemasukan, tetapi pada akhirnya pengeluaran untuk mengelolanya ternyata lebih besar daripada pemasukan tersebut, itu akhirnya hanya akan menjadi LIABILITAS. Misalnya anda punya motor yang anda pakai buat ngojek, meskipun itu menghasilkan panghasilan (uang), tetapi ternyata biaya maintenance atau service perbulannya lebih gede dari pemasukan ojek anda, itu artinya motor anda adalah LIABILITAS. Dan LIABILITAS itu jelas merugikan. Jadi singkatnya, Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan liabilitas mengeluarkan uang dari kantong Anda.

Dalam bukunya The Cashflow Quadrant, Kiyosaki mengatakan kebanyakan orang memilih membelanjakan uangnya untuk membeli LIABILITAS, seperti misalnya perhiasan, mobil, perabotan mewah. Hanya sebagian kecil saja yang mengalokasikan dana yang ia punyai untuk dijadikan aset, seperti deposito, beli saham, membangun bisnis, dsb. Perbedaan antara dua kelompok orang ini adalah cara pandang mereka terhadap uang. Orang yang mempunyai kecerdasan finansial akan lebih memilih mengalokasikan dana yang ia punyai untuk membeli/membangun aset.

(more…)

March 3rd, 2009

THE PARABLE OF THE PIPELINE

THE PARABLE OF THE PIPELINE - Story of Pablo and Bruno

March 1st, 2009

Paradigma Saluran Pipa

Siapa sesungguhnya saya?

Mungkin anda punya sebersit pertanyaan diatas, apabila anda berpikir pada konteks darimana anda mendapatkan sumber penghasilan (money income) anda. Berikut adalah sebuah kisah ilustrasi yang mungkin bisa menjawab pertanyaan anda diatas:

THE PARABLE OF THE PIPELINE

Saat itu tahun 1801. Pada sebuah lembah di Italia.

Pada zaman dahulu kala, begitu kisah ini dimulai, ada dua orang saudara sepupu yg tinggal di tempat itu. Keduanya dikenal punya semangat dan ambisi yg kuat untuk menggapai kemajuan. Yang pertama bernama Pablo, yang kedua bernama Bruno. Keduanya tinggal dalam rumah yg berdampingan di desa kecil dalam lembah itu.

Keduanya adalah pemuda yg penuh semangat dan berkemampuan tinggi. Keduanya juga memendam cita-cita yg sama tingginya. Keduanya sama-sama ingin menggapai bintang dilangit utk mewujudkan impian-impiannya.

Keduanya sering berkhayal, suatu saat nanti mereka akan menjadi orang yang paling kaya di desa itu. Mereka berdua sama-sama cemerlang dan sangat tekun dalam bekerja. Yang mereka perlukan hanyalah kesempatan utk mewujudkan impian itu. Kata pepatah, utk menjadi sukses kesiapan haruslah bertemu dengan kesempatan. Dan, keduanya sama-sama siap.

pablo and brunoPada suatu hari, apa yang mereka tunggu selama ini datanglah. Kesempatan itu muncul secara tiba-tiba. Kepala desa itu memutuskan mempekerjakan mereka utk membawa air dari sungai yg terletak di pinggir desa, ke tempat penampungan air yg terletak di tengah desa tsb. Pekerjaan itu dipercayakan kepada Pablo dan Bruno.

Tidak menunggu perintah selanjutnya, keduanya langsung membawa dua buah ember dan segera menuju ke sungai. Sepanjang siang keduanya mengangkut air dengan ember. Menjelang sore, tempat penampungan air sudah penuh sampai ke permukaan. Kepala desa menggaji keduanya berdasar jumlah ember air yg masing-masing mereka bawa.

(more…)